KEWIRAUSAHAAN : LIFE SKILL ERA GLOBALISASI

BAB I
PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar terutama penduduk usia muda. Orang – orang muda merupakan bagian dari suatu masyarakat yang paling produktif. Namun sayangnya, keproduktifan yang dimiliki oleh rata – rata kaum muda itu tidak termanfaatkan secara optimal disebabkan kurangnya arahan dan motivasi. Maka, yang sering terjadi, alih – alih memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat luas, Sebagian kaum muda itu malah menjadi beban bagi lingkungan di mana mereka tinggal. Permasalahan remaja yang ada saat ini sangat kompleks dan mengkhawatirkan. Sebutlah misalnya kenakalan remaja (yang ditandai dengan dilakukannya tawuran, pemakaian alkohol dan narkoba serta pergaulan bebas). Kondisinya semakin parah ketika kaum muda tadi lulus dari sekolah. Mereka terjebak pada masalah pengangguran disebabkan minimnya lapangan pekerjaan dan ketidak-mampuan untuk menciptakan pekerjaan. Bertambahlah deret pengangguran yang merupakan salah satu faktor peningkatan angka kriminal. Dimana pengangguran yang ada saat ini di dominasi oleh kaum muda/remaja -lebih ironis- diantaranya adalah lulusan perguruan tinggi. Keadaaan ini sungguh ironis mengingat remaja adalah generasi harapan bangsa yang kelak masa depan bangsa ada ditangan mereka. Ketika angka pengangguran yang meningkat dikaitkan dengan jumlah angkatan kerja yang menganggur maka perlu dicari akar permasalahan tersebut. Menurut penulis akar permasalahannya adalah kurangnya ketrampilan hidup (life skill ) yang dimiliki seorang remaja dalam hal mendayagunakan dirinya ( berwirausaha ) dan paragdima berpikir generasi muda yang lebih ingin menjadi pegawai sementara ketersediaan lapangan kerja di sektor formal sangatlah terbatas. Padahal, kemampuan dan kreativitas generasi muda sebenarnya sangat tinggi.
Ketrampilan berwirausaha merupakan hal penting yang memang harus dimiliki oleh setiap generasi muda khususnya dalam menghadapi era globalisasi saat ini. Menurut data Biro Pusat Stasitik, Indonesia hanya 0,24 persen dari total 240 juta penduduk yang berwirausaha, tepatnya hanya sekitar 500 ribu orang padahal dibutuhkan setidaknya 2 persen atau 4,5 juta penduduk agar negara Indonesia bisa dikatakan maju.

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk mengangkat tema life skill dikaitkan dengan kewirausahaan yang berjudul: “Kewirausahaan : Life Skill Era Globalisasi.” Penulis mengidentifikasikan permasalahan sebagai berikut: Bagaimanakah menumbuhkan jiwa dan kompetensi kewirausahaan untuk menjadi life skill di remaja?”.

BAB II
PEMBAHASAN

Ketrampilan Hidup atau Life Skill bagi generasi muda ( remaja ) sangatlah penting untuk dimiliki dan dikembangkan. Hal ini didasarkan atas peran sertanya yang penting dalam proses pembangunan suatu bangsa. Dilihat dari pengertiannya ketrampilan hidup atau life skill adalah berbagai keterampilan atau kemampuan untuk dapat berperilaku positif dan beradaptasi dengan lingkungan, yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam hidupnya sehari-hari secara efektif. Dari definisi sederhana tersebut, keterampilan yang dapat digolongkan ke dalam keterampilan hidup sangat beragam tergantung pada situasi dan kondisi maupun budaya masyarakat setempat (DEPDIKNAS, 2002).
Disisi lain WHO mendefinisikan ketrampilan/kecakapan hidup atau life skill adalah berbagai keterampilan atau kemampuan untuk dapat beradaptasi dan berperilaku positif dalam menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan hidup secara efektif. Ketrampilan hidup yang dimaksud adalah ketrampilan secara total baik fisik, mental dan spiritual, yang bermanfaat untuk mengelola dirinya sendiri, dalam menghadapi lingkungan maupun upaya membentuk kemandirian.
Life Skill merupakan kemampuan yang diperlukan sepanjang hayat, kemampuan berkomunikasi yang efektif, kemampuan bekerja sama, memiliki kecakapan untuk bekerja,memiliki karakter, dan cara-cara berfikir analitis dan logis. Selain itu cakupan life skills amat luas, meliputi keterampilan, berkomunikasi,keterampilan mengambil keputusan,keterampilan mengelola waktu dan sumber,serta keterampilan merencanakan. Ketrampilan-ketrampilan tersebut dapat dihimpun menjadi satu ketrampilan yang sangatlah berguna yakni ketrampilan berwirausaha. Ketika seorang remaja mampu mengupayakan potensi dirinya untuk berwirausaha, secara tidak langsung ia sudah memiliki ketrampilan berkomunikasi, keterampilan mengambil keputusan,keterampilan mengelola waktu dan sumber,serta keterampilan merencanakan.
Keterampilan berwirausaha bila diajarkan kepada para remaja maka berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa ini dapat terselesaikan. Dengan berwirausaha mampu membangkitkan perekonomian karena menyediakan lapangan pekerjaan, mengatasi kemiskinan, kontribusi pajak kepada pemerintah dan meningkatkan daya saing bangsa. dan yang terpenting para generasi muda akan mendapatkan penghasilan (income) untuk memenuhi kebutuhan sosial ekonomi mereka secara mandiri dalam mengarungi kehidupan di tengah arus kompetisi dan globalisasi saat ini.
Berwirausaha adalah semangat, sikap, perilaku kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar (Saidi Wahyu,Sofia Hartati, 2008 ). Kewirausahaan adalah suatu proses kreativitas dan inovasi yang mempunyai resiko tinggi untuk menghasilkan nilai tambah bagi produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendatangkan kemakmuran bagi wirausahawan. Ketrampilan berwirausaha dapat dipelajari dan dikuasai, karena kewirausahaan pilihan kerja, pilihan karir walaupun ada juga orang-orang tertentu yang mempunyai bakat dalam hal berwirausaha.
Ketrampilan berwirausaha yang dimiliki seorang remaja mampu menjadikan dirinya sebagai pahlawan ekonomi. Dengan kemampuannya melihat peluang bisnis, seorang wirausaha mampu mengubah sumber daya yang tidak dilirik dan diperhitungkan orang lain menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis bagi dirinya, keluarga dan masyarakat sekitar. Seorang remaja yang berwirausaha ( baca : wirausahawan ) memiliki semangat pantang menyerah dan memiliki spirit kewirausahaan tinggi, 1001 jenis peluang berwirausaha terbuka bagi dirinya.. Kegagalan merupakan sukses yang tertunda baginya.
Mungkin kita pernah mendengar bahwa keluarga yang kaya akan memunculkan anak-anak yang kaya karena mereka terbiasa kaya. Begitu pula ada yang menganggap bahwa seseorang menjadi pengusaha karena memang bapakibunya, kakek-neneknya, dan sebagian besar keluarganya adlah keturunan pengusaha. Anggapan seperti ini menurut hemat penulis merupakan pemikiran yang keliru. Tidak bisa dipungkiri memang, ada banyak pengusaha yang lahir dari keluarga atau keturunan pengusaha. Tetapi bukan berarti diturunkan secara genetis. Mungkin hal ini terjadi karena aspek lingkungan pengusaha yang cukup kuat mempengaruhi jiwa orang tersebut untuk menjadi pengusaha. Menjadi wirausaha (entrepreneur) tentu saja merupakan hak azasi semua kita. Jangan karena mentang-mentang kita tidak punya turunan pengusaha sehingga menutup peluang untuk menjadi wirausaha. Langkah awal yang kita lakukan apabila berminat terjun ke dunia wirausaha adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan di diri kita. Banyak cara yang dapat dilakukan misalnya:
1. Melalui pendidikan formal. Kini berbagai lembaga pendidikan baik menengah maupun tinggi menyajikan berbagai program atau paling tidak mata kuliah kewirausahaan
2. Melalui seminar-seminar kewirausahaan. Berbagai seminar kewirausahaan seringkali diselenggarakan dengan mengundang pakar dan praktisi kewirausahaan sehingga melalui media ini kita akan membangun jiwa kewirausahaan di diri kita
3. Melalui pelatihan. Berbagai simulasi usaha biasanya diberikan melalui pelatihan baik yang dilakukan dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan outdoor). Melalui pelatihan ini, keberanian dan ketanggapan kita terhadap dinamika perubahan linghkungan akan diuji dan selalu diperbaiki dan dikembangkan
4. Otodidak. Melalui berbagai media kita bisa menumbuhkan semangat berwirausaha. Misalnya melalui biografi pengusaha sukses (sucess story),media televisi, radio majalah koran dan berbagai media yang dapat kita aksesuntuk menumbuhkembangkan jiwa wirausaha yang ada di diri kita.
Melalui berbagai media tersebut ternyata setiap orang dapat mempelajari dan menumbuhkan jiwa wirausaha. Pertanyaannya, aspek-aspek kejiwaan apa saja yang mencirikan bahwa seseorang dikatakan memilki jiwa wirausaha ? Untuk membahas lebih lanjut mengenai pertanyaan tersebut, penulis akan mencoba membahas pendapat Suryana (Suryana, 2003) bahwa orang-orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan yaitu :
a. Percaya diri (yakin, optimis dan penuh komitmen)
Percaya diri dalam menentukan sesuatu, percaya diri dalam menjalankan sesuatu, percaya diri bahwa kita dapat mengatasi berbagai resiko yang dihadapi merupakan faktor yang mendasar yang harus dimiliki oleh wirausaha. Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha merasa yakin bahwa apa-apa yang diperbuatnya akan berhasil walaupun akan menghadapi berbagai rintangan. Tidak selalu dihantui rasa takut akan kegagalan sehingga membuat dirinya optimis untuk terus maju.
b. Berinisiatif (energik dan percaya diri)
Menunggu akan sesuatu yang tidak pasti merupakan sesuatu yang paling dibenci oleh seseorang yang memiliki jiwa wirausaha. Dalam menghadapi dinamisnya kehidupan yang penuh dengan perubahan dan persoalan yang dihadapi, seorang wirausaha akan selalu berusaha mencari jalan keluar. Mereka tidak ingin hidupnya digantungkan pada lingkungan, sehingga akan terus berupaya mencari jalan keluarnya.
c. Memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke depan)
Berbagai target demi mencapai sukses dalam kehidupan biasanya selalu dirancang oleh seorang wirausaha. Satu demi satu targetnya terus mereka raih. Bila dihadapkan pada kondisi gagal, mereka akan terus berupaya kembali memperbaiki kegagalan yang dialaminya. Keberhasilan demi keberhasilan yang diraih oleh seseorang yang berjiw entrepreneur menjadikannya pemicu untuk terus meraih sukses dalam hidupnya. Bagi mereka masa depan adalah kesuksesan adalah keindahan yang harus dicapai dalam hidupnya.
d. Memiliki jiwa kepemimpinan (berani tampil berbeda dan berani mengambil resiko dengan penuh perhitungan)
Leadership atau kepemimpinan merupakan faktor kunci menjadi wirausahawan sukses. Berani tampil ke depan menghadapi sesuatu yang baru walaupun penuh resiko. Keberanian ini tentunya dilandasi perhitungan yang rasional. Seorang yang takut untuk tampil memimpin dan selalu melemparkan tanggung jawab kepada orang lain, akan sulit meraih sukses dalam berwirausaha. Sifat-sifat tidak percaya diri, minder, malu yang berlebihan, takut salah dan merasa rendah diri adalah sifat-sifat yang harus ditinggalkan dan dibuang jauh-jauh dari diri kita apabila ingin meraih sukses dalam berwirausaha.
e. Suka tantangan
Kita mungkin sering membaca atau menyaksikan beberapa kasus mundurnya seorang manajer atau eksekutif dari suatu perusahaan. A Pa yangmenyebabkan mereka hengkang dari perusahaannya dan meninggalkan kemapanan sebagai seorang manajer? Sebagian dari mereka ternyata merasa jenuh terus menerus mengemban tugas rutin yang entah kapan berakhirnya. Mereka membutuhkan kehidupan yang lebih dinamis yang selama ini belim mereka dapatkan di perusahaan tempat mereka bekerja. Akhirnya mereka menelusuri aktivitas seperti apakah yang dapat memuaskan kebutuhan mereka akan tantangan ?“Berwirausaha” ternyata menjadi pilihan sebagian besar manajer yang sengaja keluar dari kemapanannya di perusahaan. Mengapa “wirausaha ?” Ternyata begitu banyak variasi pekerjaan dan perubahan yang sangat menantang dalam dunia wirausaha.
Membangun jiwa wirausaha dikalangan generasi muda terkendala oleh beberapa aspek,adapun aspek tersebut yakni:
1. Aspek Social Budaya
Persepsi masyarakat yang menganggap bahwa menjadi pegawai lebih tinggi derajatnya daripada wirausahawan. Persepsi demikian merupakan warisan colonial karena pada saat itu pribumi yang menjadi pegawai jumlahnya sangat terbatas. Warisan ini berlanjut hingga sekarang.
2. Aspek Politik
Pada ranah politik, belum banyak kebijakan-kebiajakan politik yang mengarahkan bertumbuhkembanghnya kewirausahaan di tanah air. Dalam sistem perpolitikan, bangsa ini masih disibukkan dengan belajar bagaiamana menata sistem demokrasi, sehingga melupakan penataan sistem perekonomian.
3. Aspek Ekonomi
Kebijakan ekonomi yang dilansir pemerintah belum sepenuhnya menstimulasi perkembangan kewirausahaan di tanah air. Kebijakan membuka kran impor suatu produk seringkali merugikan para pengusaha nasional karena harga produk dalam negeri kalah bersaing dibandingkan produk impor.
4. Aspek Teknologi
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sebenarnya memberikan peluang munculnya wirausaha baru. Booming internet dapat dimanfaatkan sebagai ajang untuk membuka usaha atau bisnis. Namun, tingkat literasi yang rendah terhadapa teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan potensi ini belum dimanfaatkan sebagai peluang secara optimal ( Fardiati Ari,Purwana Dedi, 2011 ).

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Ketrampilan hidup dalam berwirausaha sangatlah penting untuk dimiliki dan dikembangkan oleh setiap generasi muda saat ini. Ketrampilan berwirausaha dipandang mampu menyelesaikan permasalahan yang ada di bangsa ini seperti kemiskinan dan pengangguran. Adapun hal-hal yang dapat memunculkan jiwa wirausaha agar generasi muda memiliki ketrampilan hidup dalam berwirausaha,yakni melalui pendidikan formal, seminar-seminar kewirausahaan,melalui pelatihan, dan otodidak.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional,2004. Pedoman Pelatihan dan Modul Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills Education) Bagi Fasilitator Pendidik Sebaya di Sekolah Menengah Pertama dan Sederajat), Jakarta.

Fardiati Ari, Purwana Dedi. 2011. Menjadi Wirausaha Sukses. Bandung.:PT. Remaja Rosadakarya.

Suryana. 2003. Kewirausahaan: Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat

Saidi Wahyu,Sofia Hartati. 2008. Kewirausahaan. Jakarta:Enno Media

About these ads

Silahkan beri tanggapan dan jangan spam :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s